Sabtu, 30 Juli 2011

Janganlah Kuatir Akan Hari Besok

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Mat 6:34

aku menemukan kutipan firman diatas pada waktu masih kelas 2 SD,pada waktu itu guru agama di sekolahku ngasih PR yang aku sendiri tidak bisa mengerjakannya, akhirnya aku membuka alkitab terjemahan lama dan aku menemuka sebuah ayat yang sarat banyak makna itu. Kutipan firman diatas telah mengindoktrinasiku sejak kecil. kita tidak perlu kawatir akan hidup kita di hari esok karena semua itu sudah TUHAN tanggung.

sampai usia dewasa sekarang saya tidak pernah khawatir tentang masa depan yang akan datang, apa yang akan saya butuhkan besok hari Tuhan pasti akan cukupi semuanya. seandainya hari ini saya tidak punya uang satu rupiahpun saya tidak akan khawatir sedikitpun karena saya yakin kekawatiran yang saya punya hanya menambah saya sengsara.

ketika teman2 saya pada bingung tentang kehidupannya mendatang.. besok makan apa.. bagaimana karir saya.. siapa jodoh saya.. percayalah Tuhan sudah menyiapkan semuanya itu untuk kita.

lihatlah burung-burung diangkasa mereka tidak pernah menanam tapi mereka tidak pernah kuwatir akan kelangsungan hidup mereka karena Tuhan telah menyediakannya buat mereka... bukankah kita lebih pintar daripada burung2 itu...

kita tidak perlu kuatir akan apa yang kita perlukan esok hari...hanya orang yang tidak berimanlah yang selalu kuatir akan hidupnya di esok hari..

JLU (john LOPH U..hehehehe).. Tuhan memberkati..

Jumat, 17 Juni 2011

ketika senja berlalu

ketika senja berlalu

Tuesday, March 21st, 2006

ketika senja berlalu…

seutas pengharapan di malam-malam sepiku

yang terbelenggu oleh suara-suara ketakutan anak zaman

aku menundukkan kepala tatkala simpony malam bernyanyi…

seorang ibu mendendangkan tembang kegelisahan pada anaknya yang malang…

aku masih berdiri didepan kaca…memandangi sisa-sisa kegagahanku dimasa lalu

sesosok manusia yang ingin berkuasa ditengah zaman yang separuh

sesosok daging berakal yang menggenggam jiwa-jiwa pemberani

dan, aku masih saja mencari diriku yang masih tersembunyi

diantara kegelisahan-kegelisahan malam yang beranjak pagii.

diantara lipatan-lipatan hati menari sepi…

genderang telah dikumandangkan…

dan sangkakala pun telah lama dibunyikan

…aku mau perang!!

melawan kegelisahan dan penindasan dijiwaku….

aku ingin bersorak sorai…

diantara bangkai2 gelisah hatiku…

diantara puing-puing kegagahan masa mudaku…

mentari kini semakin condong menuju senja berganti malam…

diantara remang remang petang…kucari serpihan serpihan kegagahan…

aku kujahit kembali mereka menjadi baju zirahku…

dan kan kukenakan ketika perang menjelang…

ketika senja telah berlalu…….

makassar, 6 februari 2006

jam 22.23 WITA

ketika senja berlalu…

sumber : http://john-vetpagama99.blog.friendster.com/2006/03/

TELAH KUKALAHKAN MALAM

telah kukalahkan malam

Saturday, June 17th, 2006


serpihan kenangan…terlintas diantara untaian saraf2ku…

telah kubangun sebuah prasasti diantara 2 gunung..

telah kutempatkan sebuah arca dewa amor sebagai pengingat…

telah ku semaikan semua syair pujangga diantara ladang dikaki gunung


aku menikmati cakarawala yang membentang kemerahan..disela rerumputan

sekawanan burung cangak melintas digagahnya langit senja ini

ketika hujan turun sore ini…


kuangakt dua tanganku keatas untuk memeluk langit yang tak terjangkau

dengan daya ciptaku aku mencoba menembus setiap tingkapnya

aku ingin menemui seorang malaikat kecilku yang sedang bermain air

dikolam taman firdaus….

seandainya aku punya sayap…akan kususul dia


saat malam kusimpuhkan kakiku diantara bebatuan dipuncak gunung

aku berdoa pada pencipta alam semesta…biarkan dia bersemayam dihatiku…

memang benar hidup adalah soal keberanian

aku tidak mau jadi pecundang…aku ingin jadi pahlawan yang mengalahkan malam

malam gelap seribu bintang….


setiap kerikil…menyapa kesunyianku saat ini

aku berani menembus angin…menuju kesucian hidup

aku berani melintas samudera…menuju keesaan semesta

dan aku berani mengalahkan musuhku untuk menuju kehidupan abadi….


awan adalah sahabat….

tetes embun pagi adalah sumber kehidupan makhluk hiup

ombak…adalah pengingat akan hadirnya zaman baru…

akan kugapai matahari pagi ketika esok nanti

kan kurengkuh dengan dua tanganku…

kan kujadikan dia sebagai bindi dikeningku…

sebagai perlambang bahwa malam telah aku kalahkan…

sebagai pertanda metamorfosa kehidupan



makassar, 5 februari 2006

ketika hari menjelang subuh (04.20 WITA)

sumber : http://john-vetpagama99.blog.friendster.com/2006/06/