dan aku sudah melampaui batas2 itu...
batas antara hidup dan mati..
di ketinggian yang terjal aku terus berjalan
membawa beban yang tak pernah susut..
sejenak kusandarkan tubuh lelahku di bawah edelweis
memandandang sekitar yang kian menjadi suram dan samar
dingin yang mendera diantara kesunyian
..tapi aku harus segera beranjak meninggalkannya
menuju sebuah titik yang pernah aku cita2kan...
di kegelapan ini aku terus berjalan...
menyusuri setapak yang licin karena hujan tadi sore
bau rerumputan menyeruak diantara kaki2 yang berjalan
menyengat dan menambah sahdu suasana malam
sejenak aku menahan langkahku...
memandang keatas mencoba mencari sebuah bintang
tapi ternyata langit masih saja mendung...
dan aku harus segera bergegas menuju sebuah titik yang kutuju
sampailah aku pada sebuah sabana yang terhampar luas
kabut tipis turun di atas rerumputan liar..
dengan sisa tenaga kudirikan sebuah bivak
tempat beristirahat mengarungi malam yang panjang
nyanyian angin, suara serangga malam sebuah harmoni yang indah
dan aku tak sampai hati mengusiknya
dan aku tertidur, tubuhku telah dikalahkan malam
terlelap sejenak... untuk menuju sebuah titik yang akan dituju...
Makassar, 28 April 2012
pukul 10.25 wita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar